Proses pembelajaran yang diikuti para siswa di SMAN 2 Fatuleu Barat (Smandu Fatbar) bisa diibaratkan seperti aktivitas melukis pelangi di cakrawala Smandu Fatbar.
Pelangi sama seperti harapan dan cita-cita yang sementara dirangkai melalui goresan lukisan penuh rasa dari berbagai aktivitas belajar yang sedang dijalani para siswa, sementara cakrawala berhubungan dengan nilai kebijaksanaan yang membingkai semua aktivitas siswa dalam proses belajar untuk menggapai mimpi dan cita-cita.
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Fatuleu Barat (Smandu Fatbar), Yermias Leonard Paitiba, S.Pd.,Gr. dalam amanatnya saat memimpin upacara bendera pada Senin (20/10/2025) pagi.
Yermias dalam amanatnya menjelaskan bahwa kebijaksanaan yang dimaksudkannya memiliki dua poin, yakni semangat belajar dan integritas.

Yermias menegaskan bahwa para siswa harus selalu memiliki semangat belajar dalam berproses untuk mengembangkan diri.
Sebab, tekan Yermias, belajar adalah proses yang dijalani setiap orang sepanjang hidupnya.
“Kita harus terus memiliki semangat belajar, karena proses belajar itu tidak akan berhenti selama kita masih bernapas,” tekan Yermias.
Ia menyampaikan bahwa karena ilmu itu dinamis, para siswa dituntut untuk terus meningkatkan potensi diri baik secara keilmuan maupun kreativitas.
Proses peningkatan kapasitas diri, kata Yermias, harus diikuti secara disiplin sehingga para siswa diminta untuk selalu memanfaatkan setiap waktu yang ada untuk belajar dari berbagai sumber.
“Belajar tidak selalu harus dengan guru saat ada jam pelajaran di kelas. Belajar bisa di mana saja karena ada banyak sumber, baik buku maupun internet,” tegas Yermias.
Yermias juga menjelaskan, poin kedua dari kebijaksanaan yang dimaksudkannya adalah para siswa harus memiliki integritas, yang olehnya merupakan akronim dari: Iman, Nyata dalam tindakan, Tanggung jawab, Empati, Giat belajar atau giat bekerja, Rendah hati, Ikhlas, Tulus, Aktif, dan Setia.
Integritas yang dimaksudnya, jelas Yermias, mencakup sepuluh nilai utama yang perlu dijadikan pedoman dalam kehidupan siswa sehari-hari.
Nilai pertama adalah intim dengan Tuhan, yaitu rajin membaca Firman Tuhan, rajin ke tempat ibadah, dan rajin berdoa. Nilai berikutnya adalah nyata dalam tindakan dan tidak hanya omon-omon. Selain itu, siswa harus memiliki tanggung jawab, empati, giat belajar dan giat bekerja, serta bersikap rendah hati.
Nilai integritas lainnya, jelas Yermias, adalah keikhlasan, ketulusan, keaktifan dalam setiap kegiatan, terutama di kelas, serta kesetiaan dalam menjalani setiap proses yang dihadapi.
Yermias menegaskan bahwa kesepuluh nilai tersebut akan menjadi bekal penting agar para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki moral yang kuat, dan siap menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.
Di akhir amanatnya, Yermias mengajak seluruh siswa untuk terus menumbuhkan semangat belajar dan menjaga integritas diri sehingga mampu mewarnai perjalanan pendidikannya dengan nilai kebijaksanaan, kedisiplinan, dan ketulusan agar menjadi generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan mampu mewujudkan cita-cita di masa depan.

