Sebanyak 36 siswa kelas X, XI, dan XII resmi dilantik sebagai anggota Pramuka Penegak Ambalan Rimba Raya Pangkalan SMA Negeri 2 Fatuleu Barat (Fatbar) dalam upacara pelantikan yang berlangsung pada Kamis (12/02/2026), bertempat di ruang serba guna SMAN 2 Fatbar).
Pelantikan Kacu Pramuka Penegak Ambalan Rimba Raya Nomor Gugus Depan (Gudep) 22.03-22.04 ini dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Yermias Leonard Paitiba, S.Pd.,Gr, yang bertindak sebagai Pembina upacara. Yermias hadir mewakili Kepala Sekolah selaku Majelis Pembimbing Gugus (Mabigus) yang tengah mengikuti rapat MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) di sekolah lain. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para guru serta jajaran pembina pramuka.
Prosesi pelantikan dilakukan oleh Pembina Pramuka Penegak Ambalan Rimba Raya, Rismayanti, S.Pd.,Gr dan Yohanes Neding Goran, S.Pd.,Gr, yang didampingi Pembina pendamping Yulius Sally. Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh makna, ditandai dengan pengucapan Tri Satya serta penyematan kacu sebagai simbol resmi keanggotaan pramuka penegak.

Usai pelantikan, Rismayanti menyampaikan harapannya agar para anggota Pramuka Penegak Ambalan Rimba Raya dapat aktif mengikuti setiap kegiatan kepramukaan. Menurut Rismayanti, pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah pembinaan karakter dan pengembangan kepemimpinan siswa.
“Melalui kegiatan pramuka, para siswa dilatih untuk mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dalam tim, serta berani mengambil keputusan. Ini adalah bekal penting bagi masa depan mereka,” ujar Rismayanti.
Rismayanti juga menekankan pentingnya kesetiaan dan komitmen terhadap Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan cinta tanah air, harap Rismayanti, harus terus ditanamkan dalam diri setiap anggota pramuka.

Lebih lanjut, Rismayanti menjelaskan bahwa ke depan pihaknya bersama para pembina akan menyelenggarakan pelatihan kepramukaan sesuai kurikulum yang berlaku, mulai dari latihan rutin, pembinaan keterampilan baris-berbaris, survival, kepemimpinan regu, hingga manajemen kegiatan.
Selain itu, jelas Rismayanti, akan digelar berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial, aksi peduli lingkungan, kunjungan kemanusiaan, serta keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan di wilayah sekitar sekolah. Menurut Rismayanti, kegiatan-kegiatan tersebut dirancang untuk memberi ruang praktik langsung bagi para anggota dalam mengasah kemampuan memimpin, berorganisasi, berkomunikasi, serta memecahkan masalah di lapangan. Dengan demikian, tegas Rismayanti, pramuka menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang melengkapi pendidikan formal di kelas sehingga mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, tangguh, serta siap menjadi pemimpin masa depan.

