Ibadat Pagi di Smandu Fatbar, Adelbertus Neonub: Setiap Tempat Itu Sekolah, Setiap Orang Itu Guru

Berita Sekolah110 Dilihat

Para siswa bersama para guru di SMAN 2 Fatuleu Barat melaksanakan ibadat pagi pada Senin (17/11/2025). Ibadat tersebut digelar untuk menggantikan upacara bendera yang batal dilaksanakan karena hujan. Sebagai bentuk pengisian waktu yang bermakna, sekolah memilih mengadakan ibadat yang dipimpin oleh sejumlah siswa.

Khotbah dalam ibadat dikembangkan dari Kitab Amsal 1:7 yang berbunyi, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

Berdasarkan bacaan tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Adelbertus Fina Neonub, S.Pd., Gr., diminta menyampaikan renungan. Dalam khotbahnya, Adelbertus menekankan bahwa keinginan untuk melakukan hal-hal baik sesuai kehendak Tuhan merupakan awal dari pengetahuan.

Adelbertus menekankan, siswa yang berpengetahuan karena takut akan Tuhan akan memiliki hikmat sehingga tidak mengabaikan nasihat maupun didikan yang diberikan oleh guru dan orang tua.

Para siswa mengikuti ibadat Senin pagi.

Adelbertus memberi contoh bahwa siswa yang berhikmat akan memilih solusi yang benar ketika menghadapi masalah. Mereka akan melapor kepada guru jika mengalami konflik dengan teman, bukan menyelesaikannya sendiri hingga berujung tawuran. Siswa berhikmat juga akan meminta izin jika berhalangan hadir, bukan absen tanpa kabar. Selain itu, mereka memanfaatkan ponsel secara positif, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Adelbertus menambahkan, siswa yang memiliki hikmat tidak menolak teguran, tetapi menerimanya sebagai kesempatan untuk memperbaiki sikap dan tingkah laku. Karena itu, Adelbertus mengingatkan seluruh siswa agar memandang setiap tempat sebagai sekolah, sebab di mana pun selalu ada pelajaran yang dapat diambil. Demikian pula, siapa pun yang memberikan ajaran dan didikan yang baik dapat menjadi guru dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru,” tekan Adelbertus, menutup renungan.

 

(Tim Humas Smandu Fatbar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *