SMA Negeri 2 Fatuleu Barat (Smandu Fatbar) di Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang menggelar kegiatan pembagian rapor kenaikan kelas bagi siswa kelas X dan XI Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Sabtu (20/6/2026), dihadiri oleh para siswa, orang tua/wali murid, dewan guru, serta Ketua Komite SMA Negeri 2 Fatuleu Barat.
Kepala SMA Negeri 2 Fatuleu Barat, Yohanes Babang, S.Pd., Gr., yang akrab disapa Jack Babang dalam sambutannya mengingatkan para siswa agar mulai memikirkan masa depan sebab, menurutnya, semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, semakin sedikit waktu untuk bersantai.
“Mulai sekarang pikirkan yang serius. Setelah lulus mau kuliah di mana, mau bekerja apa, dan mau membanggakan daerah Fatuleu Barat dengan cara apa. Jangan menunggu kelas XII baru mulai bingung menentukan masa depan,” ujar Jack Babang.
Ia menyampaikan pesan tersebut kepada para siswa kelas X yang hari itu resmi naik ke kelas XI. Menurutnya, kenaikan kelas bukan sekadar perpindahan tingkat, melainkan tanda bahwa para siswa harus semakin serius mempersiapkan masa depan mereka.
Kepada siswa kelas XI yang naik ke kelas XII, Jack Babang menyampaikan ucapan selamat sekaligus peringatan bahwa satu tahun ke depan akan menjadi masa yang sangat menentukan. Para siswa akan menghadapi berbagai tahapan penting seperti Ujian Sekolah, UTBK, dan penentuan arah pendidikan maupun karier setelah lulus SMA.
Ia juga mengingatkan agar masa liburan tidak dihabiskan hanya untuk bermain telepon genggam. Menurutnya, siswa perlu meluangkan waktu untuk belajar, membaca, dan membantu orang tua di rumah.
“Kelulusan SMA bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju perjuangan yang lebih besar,” tegasnya.
Menjelang masa liburan sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 11 Juli 2026, Jack Babang berpesan agar para siswa menggunakan waktu libur secara bijak dengan membantu orang tua di kebun, di rumah maupun di tempat usaha keluarga, membaca buku, menjaga pergaulan, serta menjaga nama baik keluarga, sekolah, dan daerah Fatuleu Barat.
“Kemanapun kalian pergi orang akan berkata, ‘Oh itu anak SMA Negeri 2 Fatuleu Barat.’ Karena itu jagalah nama baik sekolah kita dan buatlah orang bangga ketika menyebut nama sekolah ini,” pesannya.
Jack juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang selama ini telah mengabdikan diri untuk mendidik para siswa di wilayah Fatuleu Barat. Ia mengakui bahwa mengajar di daerah yang relatif jauh dari pusat kota membutuhkan dedikasi dan pengorbanan yang tidak sedikit. Namun berkat kesabaran, ketekunan, dan komitmen para guru, SMA Negeri 2 Fatuleu Barat terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa tanpa dedikasi para guru, SMA Negeri 2 Fatuleu Barat tidak akan berkembang seperti saat ini. Karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru mata pelajaran, wali kelas, dan tenaga kependidikan yang telah setia mengabdi serta mendidik anak-anak Fatuleu Barat dengan penuh kesabaran.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua Komite dan seluruh pengurus komite sekolah yang selama ini terus menjalin kerja sama dengan pihak sekolah dalam berbagai program pengembangan pendidikan.

Jack Babang: Pendidikan Bukan Lomba Lari Cepat, Tetapi Maraton Sehingga Perlu Usaha Sampai Akhir
Dalam sambutannya, Jack Babang mengingatkan bahwa rapor bukan sekadar alat untuk melihat peringkat atau ranking siswa. Menurutnya, rapor harus menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kemampuan akademik, sikap, dan kedisiplinan siswa dari waktu ke waktu.
Ia mengatakan bahwa selama kurang lebih sepuluh bulan terakhir, seluruh pihak telah berjuang bersama. Para guru berjuang mengajar dan mendidik dengan hati, para orang tua berjuang mendampingi anak-anak di rumah, sementara para siswa berjuang belajar, mengerjakan tugas, mengikuti berbagai kegiatan, serta menghadapi ujian sepanjang tahun pelajaran.
Karena itu, ia meminta para siswa agar saat menerima rapor tidak hanya fokus pada peringkat, tetapi juga melihat perkembangan diri yang telah dicapai dibandingkan semester sebelumnya.
“Pendidikan bukan perlombaan lari cepat, tetapi maraton. Yang berhasil bukan hanya yang paling pintar di awal, tetapi mereka yang terus berusaha dan tidak menyerah sampai akhir,” tegasnya.
Jack Babang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan wali murid yang terus mendukung pendidikan anak-anak mereka di tengah berbagai tantangan ekonomi, jarak, dan kesibukan pekerjaan.
Ia mengakui bahwa menyekolahkan anak pada masa sekarang bukan perkara mudah. Namun kehadiran para orang tua dalam kegiatan pembagian rapor menunjukkan besarnya perhatian dan cinta mereka terhadap pendidikan anak-anak.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak bisa dicapai hanya oleh sekolah atau orang tua secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama yang erat antara kedua pihak.
“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri, orang tua juga tidak bisa sendiri. Kita harus menjadi satu tim yang bekerja bersama demi membangun SMA Negeri 2 Fatuleu Barat yang lebih baik,” katanya.
Sosialisasi Pergub NTT Tentang Gerakan Jam Belajar
Dalam sambutannya, Jack Babang juga menyosialisasikan keberadaan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar Masyarakat yang mengatur waktu belajar mandiri bagi anak-anak setiap hari mulai pukul 18.00 hingga 19.30 WITA dengan pendampingan orang tua dan lingkungan sekitar.
Karena itu, Jack Babang meminta dukungan seluruh orang tua agar mulai Tahun Pelajaran 2026/2027 yang akan dimulai pada 13 Juli 2026, para siswa dapat mengikuti program belajar mandiri di rumah sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap para orang tua dapat secara aktif mendampingi dan mengawasi anak-anak selama jam belajar masyarakat berlangsung sehingga budaya belajar dapat tumbuh secara konsisten di lingkungan keluarga.
Jack Babang juga menyampaikan kebijakan terkait Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Nomor 400.365/1350/UPK/2026 tanggal 13 Mei 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Handphone di Sekolah.
Melalui kebijakan tersebut, penggunaan telepon genggam selama jam pembelajaran akan dibatasi. Siswa tetap diperbolehkan membawa handphone ke sekolah, namun selama kegiatan belajar berlangsung perangkat tersebut akan dikumpulkan dan hanya dapat digunakan pada waktu tertentu dengan izin sekolah.
Menurut Jack Babang, kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan fokus belajar siswa, mengurangi paparan konten yang kurang mendidik, memperkuat interaksi sosial secara langsung, serta melatih kedisiplinan dalam penggunaan teknologi digital.
Ia meminta dukungan orang tua terhadap kebijakan tersebut. Apabila terdapat informasi penting yang perlu disampaikan kepada siswa selama jam sekolah, orang tua dapat menghubungi wali kelas atau guru yang ditunjuk oleh sekolah.
Jack juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan SMA Negeri 2 Fatuleu Barat pada tahun ajaran mendatang. Sekolah berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana pembelajaran, memperkuat kegiatan ekstrakurikuler, serta mendorong lebih banyak siswa mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik.
Ia berharap beberapa tahun ke depan SMA Negeri 2 Fatuleu Barat semakin dikenal sebagai sekolah yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di berbagai bidang.
94 Persen Siswa Smandu Terima Beasiswa PIP, Jack Babang Apresiasi Adelbertus Fina Neonub
Dalam kesempatan tersebut, Jack Babang turut mengungkapkan capaian membanggakan terkait Program Indonesia Pintar (PIP). Dari total 187 siswa yang terdaftar, sebanyak 173 siswa atau sekitar 94 persen telah menerima bantuan beasiswa PIP, sementara 14 siswa lainnya belum menerima bantuan.
Jack Babang menyampaikan apresiasi khusus kepada Adelbertus F. Neonub, S.Pd., Gr., guru Bahasa Indonesia yang merangkap operator sekolah, yang telah bekerja keras mengurus administrasi dan pengusulan bantuan sehingga sebagian besar siswa berhasil memperoleh beasiswa.
Atas nama sekolah, siswa, dan orang tua, ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan sehingga banyak siswa SMA Negeri 2 Fatuleu Barat dapat memperoleh bantuan pendidikan dari pemerintah.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa nama siswa yang sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan PIP, namun karena sudah tidak lagi bersekolah di SMA Negeri 2 Fatuleu Barat maka dana tersebut dikembalikan ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan terus berupaya agar pada tahun ajaran baru seluruh siswa SMA Negeri 2 Fatuleu Barat dapat memperoleh akses bantuan pendidikan yang layak,” katanya.

