Dalam tradisi banyak masyarakat di Indonesia, termasuk di Fatuleu Barat, belis menjadi bagian yang dianggap penting dalam sebuah perkawinan. Belis dipahami sebagai simbol penghargaan kepada pihak perempuan. Belis sering dianggap sebagai penghormatan kepada keluarga perempuan yang telah membesarkan dan mendidik putri mereka.
Namun, terdapat pula pandangan lain yang mempertanyakan relevansi dan urgensi pemberian mahar atau belis pada masa sekarang. Sebagian orang berpendapat bahwa mahar atau belis dapat menjadi beban ekonomi yang berat bagi calon mempelai laki-laki, bahkan membuat proses pernikahan tertunda atau berubah menjadi transaksi bernilai materi. Di sisi lain, ada yang melihat substansi pernikahan bukan pada materi yang dibawa, tetapi pada komitmen, kesetiaan, dan kemampuan membangun rumah tangga bersama.
Menurut pendapat Anda, apakah mahar atau belis merupakan sesuatu yang perlu dalam sebuah perkawinan? Jelaskan dengan alasan yang logis dan argumentatif.
Catatan: Yang bisa memberikan jawaban/komentar terbaik dan bisa menjelaskannya di depan forum sekolah akan mendapatkan pembebasan biaya komite selama 2 bulan.


Belis itu perlu. Tapi harus diterapkan secara wajar. Jangan sampai jadi alat untuk ambil keuntungan materi/ekonomi.