Stand SMA di Fatuleu Barat Pamerkan Produk Siswa, Tiap Hari Laku Ratusan Ribu

Berita Sekolah29 Dilihat

Stand milik SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Fatuleu Barat turut meramaikan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Fatuleu Barat tahun 2026 dengan memamerkan berbagai produk hasil karya siswa dan guru.

Produk yang sebagian dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tersebut menghasilkan pemasukan lebih dari Rp150 ribu setiap hari.

Berbagai produk tenunan seperti sarung, selimut, dan selendang dengan berbagai motif dipajang dan dijual di stand berukuran 3 meter x 5 meter yang didirikan di halaman Kantor Kecamatan Fatuleu Barat tersebut. Harganya mulai dari Rp150 ribu hingga jutaan rupiah.

Ratusan bungkus cemilan (makanan ringan) berbahan dasar pangan lokal juga dipajang, di antaranya keripik pisang dengan berbagai varian rasa, keripik singkong, kiri-kiri, stik bawang, manisan asam, serta teng-teng berbahan dasar biji wijen dan kacang. Produk-produk cemilan tersebut dijual dengan harga yang relatif terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000 per kemasan.

Harga yang murah membuat produk cemilan hasil karya siswa tersebut cukup diminati masyarakat yang datang mengunjungi lokasi perayaan HUT RI.

Mario Dedi Lewa Holo, S.Pd.,Gr., salah satu guru yang menjaga stand pada Selasa (11/08/2026) sore menjelaskan, produk makanan yang dipamerkan tersebut merupakan hasil produksi kegiatan P5 di sekolah, yang dalam proses produksinya melibatkan siswa secara langsung, sementara guru berperan mendampingi dan mengarahkan selama proses pembuatan hingga produk siap dipasarkan.

Sejumlah guru bergiliran menjaga stand. Mariano N. Guterres, S.Pd.,Gr (kemeja biru), Mario Dedi Lewa Holo, S.Pd.,Gr. (kemeja merah), Maria Laus, S.E. (duduk).

“Produksi P5 di sekolah. Anak-anak yang bekerja dan guru mendampingi,” kata Mario.

Mario juga menjelaskan, dari aktivitas penjualan selama pelaksanaan perayaan HUT ke-81 RI yang berlangsung sejak 8 hingga 17 Agustus 2026 itu, stand sekolah mampu memperoleh pemasukan lebih dari Rp150 ribu setiap hari.

Kepala SMAN 2 Fatuleu Barat, Yohanes Babang, S.Pd.,Gr., mengapresiasi pihak Panitia Peringatan HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Fatuleu Barat yang telah memberikan ruang bagi sekolah untuk memamerkan berbagai produk yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler di sekolah.

Kepala SMAN 2 Fatuleu Barat, Yohanes Babang, S,Pd.,Gr. (kaos putih) dan Kristianus T. Mema, S.Pd.,Gr. di depan stand pameran.

Menurut Yohanes, kesempatan tersebut memberikan manfaat ganda bagi sekolah dan peserta didik. Selain menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil karya siswa, keberadaan stand juga memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk belajar memproduksi, mengemas, memasarkan, dan menghitung hasil dari produk yang mereka buat.

“Apresiasi kepada panitia yang sudah memberikan ruang bagi sekolah untuk memamerkan berbagai produk yang berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler maupun kokurikuler di sekolah,” ujar Yohanes.

Ia menilai kegiatan semacam itu penting karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Yohanes juga mengapresiasi keberadaan sejumlah stand pameran milik instansi pemerintah maupun tenda-tenda jualan yang dikelola pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) selama perayaan HUT ke-81 RI di Fatuleu Barat.

Menurutnya, kehadiran berbagai stand dan tenda UMKM tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme dan kebersamaan masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Keberadaan sejumlah stand pameran milik instansi lain maupun tenda-tenda jualan milik UMKM patut diapresiasi. Geliat perayaan kemerdekaan juga ikut menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat di Fatuleu Barat,” katanya.

Karena itu, Yohanes berharap pelibatan sekolah, instansi pemerintah, pelaku UMKM, maupun kelompok masyarakat dalam kegiatan perayaan kemerdekaan dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Menurut Yohanes, semakin banyak pihak yang diberikan ruang untuk berpartisipasi, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Perayaan HUT RI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas, memperkenalkan potensi lokal, memperkuat kolaborasi, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat Fatuleu Barat.

 

(Tim Humas SMAN 2 Fatuleu Barat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *