Smandu Fatbar Peringati Hari Pahlawan, Hedwigis Ujut: Musuh Kita Kebodohan dan Kemiskinan

Berita Sekolah104 Dilihat

SMAN 2 Fatuleu Barat (Smandu Fatbar) melaksanakan upacara bendera pada Senin (10/11/2025) pagi di halaman sekolah. Upacara yang dilaksanakan sekaligus untuk memperingati Hari Pahlawan berlangsung khidmat diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, dan para siswa.

Bertindak sebagai pembina upacara, Hedwigis Ujut, A.Md. dalam amanatnya mengajak seluruh peserta untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Hedwigis menyinggung kembali kisah heroik Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, khususnya peristiwa yang terjadi di Hotel Yamato yang kini bernama Hotel Majapahit di Surabaya.

Para pemuda Indonesia, cerita Hedwigis, mesipun dengan senjata perang seadanya, mereka dengan gagah berani memanjat gedung hotel untuk merobek bagian biru dari bendera Belanda berwarna merah-putih-biru, sehingga tersisa warna merah dan putih sebagai simbol kedaulatan Republik Indonesia.

Menurut Hedwigis, semangat para pemuda kala itu mencerminkan keberanian dan tekad kuat untuk mempertahankan kehormatan bangsa dari penjajahan sehingga Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan itu harus terus hidup dalam diri generasi muda saat ini.

Hedwigis menekankan bahwa menghargai jasa para pahlawan tidak hanya dengan mengenang, tetapi juga dengan melanjutkan perjuangan mereka sesuai peran masing-masing.

Kepada para siswa, Hedwigis berpesan agar menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk memperkuat tekad dalam menuntut ilmu dan membangun masa depan. Hedwigis menekankan bahwa tanggung jawab melanjutkan semangat perjuangan kini berada di pundak generasi muda yang harus belajar dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras untuk kemajuan diri dan bangsa.

Hedwigis mengingatkan bahwa musuh yang dihadapi generasi sekarang bukan lagi penjajahan fisik, melainkan kebodohan dan kemiskinan sehingga perjuangan di masa kini harus diwujudkan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang tinggi.

“Musuh kita saat ini bukan lagi penjajahan bangsa lain, tetapi kebodohan dan kemiskinan. Karena itu, cara terbaik untuk berjuang adalah dengan belajar giat dan bekerja keras,” tegas Hedwigis.

 

(Tim Humas Smandu Fatbar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *